7/17/18

Para Mama, Waspadai 5 Faktor hamil ektopik Berikut Ini!

Kehamilan merupakan hal yang sangat dinanti bagi semua wanita. Namun sayangnya kehamilan tidak selalu membawa kebahagian, ada beberapa kasus kehamilan yang bermasalah yang membuat calon ibu kehilangan bayi yang di kandungnya. Salah satu kehamilan bermasalah adalah seperti kehamilan di luar kandungan.


Istilah hamil di luar kandungan atau yang lebih dikenal sebagai hamil ektopik tentunya sudah sering Kamu dengar bukan, jika pada normalnya perkembangan buah hati berlangsung di bagian rahim, maka untuk kasus semacam ini tidak, pertumbuhan dan perkembangan janin terjadi bukan pada bagian rahim, melainkan tuba falopi atau saluran telur atau leher rahim ini. Tentunya kondisi semacam ini bisa menyebabkan berbagai macam masalah jika tidak diatasi dengan benar.

Adapun beberapa penyebab kehamilan ektopik yang harus Kamu ketahui, diantaranya adalah:

1. Efek samping dari pengobatan reproduksi, misalnya adalah pernah menjalani sebuah pengobatan yang berhubungan dengan kesuburan alat reproduksi, kemudian dari hasil pengobatan tersebut nantinya akan memiliki efek pada kehamilan, jadi penyebab hamil di luar kandungan.

2. Infeksi yang terjadi pada saluran tuba falopi, penyebab yang paling utama adalah infeksi oleh beberapa jenis bakteri, sehingga menyebabkan nantinya sel telur yang sudah dibuahi atau dikenal dengan istilah zigot tak bisa dibawa menuju ke bagian rahim untuk berkembang dan tetap berada di bagian tersebut.

3. Riwayat kehamilan ektopik, hal lain yang memicu kondisi tersebut adalah riwayat atau pengalaman sebelumnya, dimana memang ibu hamil tersebut pernah memiliki masalah yang sama sebelumnya, sehingga pada kehamilan kedua resiko untuk mengalami hal yang serupa juga jadi semakin tinggi, jadi patut untuk diwaspadai.

4. Dietilstilbestrol atau yang lebih dikenal sebagai istilah DES
, yaitu sebuah esterogen sintetis yang diberikan oleh dokter ketika mereka mengalami masalah dengan kesuburan, namun pada saat penggunaannya tersebut nantinya akan mengalami efek samping seperti kehamilan di luar kandungan ini.

5. Riwayat mengalami operasi pembedahan di bagian tuba falopi tersebut, contohnya adalah pernah menjalani operasi fertilisasi yang kemudian menyebabkan terjadinya kondisi semacam pelengketan tuba falopi dan resiko hamil di luar kandungan juga tinggi.

Kehamilan semacam ini pada beberapa kondisi tetap bisa berjalan normal setelah melakukan operasi, namun tak jarang juga diantaranya yang beresiko tinggi terhadap keguguran, untuk itu Kamu perlu mengetahui penyebab kehamilan ektopik untuk melakukan tindakan lanjutan.


Alangkah baiknya sejak Kamu mengetahui sedang hamil, Kamu bisa langsung dan sesekali memeriksakan kandungan ke Dokter Kandungan dan melakukan USG. Hal ini dilakukan agar segera terdeteksi jika terjadi kehamilan di luar kandungan. Biasanya kantung kehamilan akan terlihat di layar USG di usia kandungan diatas 6 minggu. Jika kalian lebih suka periksa di Bidan, tidak ada salahnya memeriksakannya juga di  Dokter Kandungan agar bisa di USG. Karena pentingnya USG agar bisa segera mendeteksi jika ada masalah dalam kehamilan.

Mencegah tentu lebih baik, kenali juga ciri umum dari kehamilan di luar kandungan yaitu saat hamil trimester pertama biasanya mengalami pendarahan dan sakit perut mulai dari ringan sampai berat. Jika mengalami cirri seperti yang saya tuliskan, sebaiknya segera periksakan kehamila ke dokter kandungan. Karena kehamilan di luar kandungan ini kalau didiamkan terlalu lama akan membahayakan Ibu.

Semoga Kita para wanita dijauhkan ya dari masalah kehamilan seperti ini, semoga kehamilan kita selalu sehat upsss saya belum hamil (lagi) deh hehehe. Sehat-sehat ya untuk semua Bumil.




CatatanRia.com

6 comments:

  1. wah,aku baru tau.Terima kasih atas info nya yang sangat bermanfaat mbak ...

    ReplyDelete
  2. Untuk ibu-ibu hamil memang harus selalu periksakan kandungan agar ibu dan calon bayi baik-baik saja.

    ReplyDelete
  3. USG memang sangat penting untuk ibu hamil,biar kita mengetahui keadaan calon bayinya.

    ReplyDelete
  4. Sering memeriksakan kandungan itu memang perlu demi keselamatan bayi dan ibu ....

    ReplyDelete
  5. Infonya sangat bermanfaat khususnya untuk ibu hamil.

    ReplyDelete
  6. Baru saja jenguk teman yang sudah tujuh kali mengalami hal ini. Akhirnya tuba falopinya dipotong 1. Semoga para wanita tidak gegabah.

    ReplyDelete

Maaf ya sekarang kotak komentarnya aku moderasi
Gak ada maksud apa-apa koq ^^
Cuma waspada aja dengan Spam :D
Silahkan komen anything ^_____^V