Showing posts with label Cerita Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Fiksi. Show all posts

3/2/12

Bintang Kecil Untuk Kak Ayumi

“Nada, ini foto siapa?” tanya Lola sambil memandangi wajah dalam bingkai foto yang terpajang di meja belajarku.

“Itu kakak perempuanku, namanya Ayumi”

“Cantik banget ya seperti gadis Jepang” Lola memandang kagum foto Kak Ayumi.

Aku tersenyum mendengar perkataan Lola, “Dia memang gadis Jepang La, dia mewarisi wajah Jepang ayahku”

“Kamu keturunan  Jepang donk?” Lola kaget mengetahui kalau aku keturunan Jepang. Lola memang baru mengenalku 6 bulan ini jadi dia tidak mengetahui banyak tentang diriku atau mungkin dia merasa aku sama sekali tidak mirip orang jepang karena kulitku coklat seperti pribumi asli Indonesia.

2/24/12

Cinta Tanpa Arah

Suatu hari temanku datang kerumah dengan wajah lesu dan tidak bersemangat. Tentu saja aku heran seorang Mitha yang ceria datang dengan wajah ditekuk. Aku pun mengajak Mitha masuk kedalam rumah.

"Kamu kenapa sih Mit datang-datang muka ditekuk kayak gitu sih?"

"Aku lagi bingung Rin..."

"Bingung kenapa? Apa ada hubungannya dengan Awan?"

Mitha mengangguk, "Iya sampai saat ini belum ada kepastian yang jelas dari Awan, hubunganku dengan dia masih mengambang begini saja"

9/23/11

Kapan Menikah?

Disebuah ruang kantor ada dua orang wanita muda yang sedang asyik berbincang. Mereka adalah Feli dan Silvie. Silvie sedang meminta Feli menceritakan tentang bulan madunya selama seminggu yang lalu, Feli dengan semangat menceritakannya, dia terlihat begitu bahagia dengan pernikahannya.
Setelah Feli menyelesaikan cerita bulan madunya, kini gantian Feli yang bertanya pada Silvie,

8/7/11

Syarif si Pejuang Cilik


Sepulang sekolah, Syarif seperti biasa bekerja memulung, mengais-ngais sampah untuk mencari rezeki. Dia nampak begitu ceria karena ia berniat membeli bendera merah putih hari ini. Saat dia sedang asyik mengais sampah disebuah tempat sampah tiba-tiba datang 3 orang pemuda. Ketiga pemuda itu memaksa Syarif untuk menyerahkan uang, Syarif berusaha mempertahankan uangnya. Namun badannya yang mungil tak berdaya melawan ketiga pemuda itu. Setelah mendapatkan seluruh uang Syarif ketiga pemuda itupun pergi sambil tertawa meninggalkan Syarif. Syarif berdiri terpaku, melihat ketiga pemuda itu pergi. Dia begitu sedih, marah dan kesal. Syarif berjalan menarik gerobaknya dengan langkah lemah. Dia berhenti di masjid, seperti biasa ia menaruh gerobak di sudut halaman masjid. Kemudian dia duduk ditangga, tanpa ia sadari ia mulai meneteskan airmata.

7/19/11

Orang Tuaku yang Terbaik

sumber gambar dari sini

Icha terduduk disebuah bangku taman. Matanya tanpak asyik mengamati para bocah-bocah cilik yang tengah asyik bermain. Ada anak-anak yang bermain dengan teman-temannya, ada anak yang sedang bermain dengan baby sitternya "Ahh anak itu mengingatkanku pada masa kecilku yang kuhabiskan waktu bermain dengan Mbak Minah dan Kakak" icha berkata dalam hati. Pandangannya kemudian berhenti pada dua orang anak kecil yang sedang bermain dengan ibunya, "Pasti mereka kakak adik yang sedang main dengan ibunya, beruntung sekali mereka" gumam icha.