Featured Post

Cara Mudah Mendapatkan Cuan dari Internet, Cukup di Rumah Aja

Halo kawan semua, gimana kabarnya hari ini? Masih di rumah saja kan? Semoga selalu sehat dan kalau bisa diam di rumah saja ya sementara wak...

8/5/19

Retinopati pada Bayi Prematur: Cara Mendeteksi dan Mengobatinya

Kesedihan pasangan selebriti Surya Saputra dan Cynthia Lamusu sudah sirna setelah salah satu anak kembarnya, Atharva Bimasena Saputra berhasil melalui proses operasi mata akibat mengalami kondisi retinopathy of prematurity (ROP) atau retinopati pada bayi prematur pada 2018 lalu.

Pic from pixabay, edit by rianugros

Kondisi retinopati pada bayi prematur merupakan gangguan mata pada bayi yang lahir di bawah usia normal kehamilan 37-40 minggu. Sementara bayi kembar Atharva lahir di usia kehamilan 33 minggu yang tergolong prematur. Meski demikian tidak semua bayi lahir prematur akan mengalami gangguan tersebut. 

Gangguan mata ini terjadi ketika pembuluh darah secara tidak normal melintasi retina mata. Sementara pembuluh darah tersebut menghalangi retina dalam menerima cahaya yang berdampak terjadinya gangguan penglihatan. Retinopati pada bayi prematur juga terjadi ketika berat badan bayi kurang dari 1.500 gram.

Deteksi dini retinopati pada bayi prematur

Kasus bayi Atharva yang terserang retinopati pada bayi prematur di atas  tergolong beruntung karena masih terdeteksi. Dengan kesigapan peran orangtua yang memeriksakan ke dokter membuat kondisi bayi Atharva langsung mendapatkan penanganan dan penindakan dari pihak dokter.

Memang, mendeteksi sedini mungkin ketika ada kasus bayi lahir prematur harus dilakukan paling tidak dengan melakukan screening mata untuk mengetahui apakah bayi terdeteksi retinopati atau tidak. Tindakan screening sendiri tidak membuat bayi sakit. Dengan penanganan secara profesional dokter akan mengetahui kondisi mata bayi.

Mencegah bayi lahir prematur

Siapapun tidak ada yang mau terjadi gangguan mata retinopati pada bayi. Untuk mencegahnya orangtua atau ibu hamil harus melakukan berbagai langkah agar terhindar dari kelahiran bayi prematur.

Beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ibu hamil di antaranya adalah mengikuti kelas kehamilan agar tubuh tetap sehat dan bugar. Dalam kelas kehamilan biasanya banyak sekali informasi yang bermanfaat diperoleh oleh ibu hamil. Kelas ibu hamil yang biasa diikuti meliputi yoga hamil, senam hamil dan berbagai aktivitas yang berkaitan tentang kehamilan.

pic from pixabay

Ibu hamil harus istirahat yang cukup, tidak dianjurkan untuk terlalu banyak beraktivitas yang berpotensi mengganggu kehamilan. Pastikan ibu hamil memiliki waktu cukup untuk istirahat agar ibu dan janin tetap sehat. Hal lain yang harus diperhatikan adalah menjaga kesehatan gigi. Karena sebagian dokter meyakini bahwa gigi tidak sehat berisiko meningkatkan bayi lahir prematur.

Ibu hamil juga dianjurkan untuk tidak mengabaikan influenza karena penyakit ini juga diyakini berisiko memicu kelahiran prematur. Oleh karena itu, rajin-rajinlah berolahraga secukupnya dan rutin mengkonsumsi vitamin yang dianjurkan dokter.

Mengenal gejala retinopati pada bayi prematur

Gangguan mata retinopati pada bayi prematur merupakan kondisi yang cukup serius. Kondisi ini bisa memicu kebutaan permanen. Untuk itu, mari mengenali gejala dari gangguan mata ini.

- Stadium 1, adanya pembuluh darah yang tumbuh secara tidak normal tetapi masih terhitung sedikit.

- Stadium 2, pertumbuhan pembuluh darah untuk stadium ini sudah cukup tidak normal dan cukup banyak.

- Stadium 3, pembuluh darah yang ditemukan pada bayi lahir prematur sangat tidak normal.

- Stadium 4, pembuluh darah yang ditemukan pada bayi sangat tidak normal dengan ditemukannya retina mata yang sebagian terpisah dengan jaringan mata.

- Stadium 5, terlepasnya retina pada bagian mata secara total yang benar-benar harus dilakukan penindakan. Adapun gejala paling parah pada kasus retinopati pada bayi lahir prematur adalah mata terlihat juling, gerakan mata sangat tidak normal hingga pupil mata yang memutih.

Tindakan pada bayi dengan kondisi retinopati akibat lahir prematur

Ada beberapa cara tindakan terhadap bayi yang menderita retinopati akibat lahir prematur. Mulai dari pengobatan biasa hingga tindakan bedah. Beberapa cara tindakan bedah dilakukan dengan cara sebagai berikut:

- Operasi laser, jenis operasi ini paling sering dilakukan oleh berbagai dokter. Dalam kurun waktu 30 menit hingga 45 menit, dokter akan mengobati bekas luka menggunakan laser khusus pada retina mata.

- Cryotherapy, pengobatan jenis ini memanfaatkan suhu buku guna membelah retina agar menghentikan darah yang tidak normal. Dulunya cara operasi ini paling sering dilakukan, hanya saja dengan adanya operasi laser, cara ini mulai jarang.

- Scleral buckling, jenis pengobatan ini menggunakan pita fleksibel berbahan silikon yang akan ditempatkan di sekitar lingkar mata. Nantinya pita tersebut berkeliling di area mata putih agar mendorong retina yang telah robek mendekati dinding luar mata. Operasi ini umumnya memakan waktu sekitar 1-2 jam.

- Vitrectomy, operasi ini boleh disebut yang paling kompleks karena mengganti gel bening yang ada di bagian tengah mata dengan larutan garam untuk menarik retina.

Tindakan untuk mengobati retinopati pada bayi lahir prematur memang harus dilakukan agar bayi terhindar dari risiko kebutaan permanen. Penindakan gangguan mata jenis ini untungnya bisa dilakukan di Indonesia. Salah satu tempat pengobatan gangguan mata retinopati pada bayi lahir prematur ini salah satunya di KMN EyeCare

Klinik spesialis mata yang berada beberapa kawasan Jakarta dan juga Semarang, Jawa Tengah ini ditunjang oleh para dokter yang ahli di bidangnya. So, gak harus ke luar negeri untuk mengobati gangguan mata seperti retinopati pada bayi lahir prematur ini. Kalau di Indonesia saja banyak dokter yang profesional, kenapa harus ke luar negeri.

Semoga anak-anak kita selalu sehat ya Moms.




CatatanRia.com

5 comments:

  1. Wah iya nih Mbak, kalau ibu hamil itu memang sangat penting banget kalau masalah istirahat

    ReplyDelete
  2. Wah alhamdulillah nih ya Mbak, sekarang sudah sembuh nih si kecilnya

    ReplyDelete
  3. Wah iya nih Mbak. Kalau bisa ibu hamil jangan sampai kecapek an ya

    ReplyDelete
  4. Ibu hamil memang bisa nih Mbak ya mengikuti kelas ibu hamil gitu hihi

    ReplyDelete
  5. Wah bermanfaat banget nih Mbak artikelnya tentang cara mendeteksi dan mengobatinya

    ReplyDelete

Maaf ya sekarang kotak komentarnya aku moderasi
Gak ada maksud apa-apa koq ^^
Cuma waspada aja dengan Spam :D
Silahkan komen anything ^_____^V