9/20/17

Bersantai di Teras Cikapundung Bandung

Hari minggu kemarin, ada yang tumben-tumbenan ngajak jalan-jalan. Siapa? Si Pak Suami ini tipe orang yang jarang ngajak jalan, keseringan saya yang minta jalan. Nah minggu kemarin, saya hanya minta anter ke pasar pagi mau beli buku mewarnai untuk Babang Iyas yang lagi senang banget mewarnai. Eh dia malah bilang “Ke Lembang yuk”. “Hayu” jawab saya mantap hahahaha daripada nanti dia berubah pikiran. Sepertinya dia merasa bersalah karena setiap hari pulang malam karena ada tambahan jam kerja bahkan hari sabtu hari liburnya pun dia harus masuk kerja.

9/18/17

Harga Kamera Digital Murah Meriah di Toko Online

Berbelanja sekarang ini bisa dilakukan dengan banyak cara dan ada juga cara yang mudah dilakukan. Cara tersebut adalah dengan membeli secara online yang menawarkan keuntungan dari kalian hanya perlu untuk mengakses internet dengan gadget yang kalian punya, memilih barang yang diinginkan, menunggu pengiriman, dan barang dapat sampai deh di depan rumah. 

9/17/17

Saat divonis Saya Salah, Senyumin Aja deh

Sebagai seorang Ibu, saya ini termasuk Ibu yang jarang mengikuti tradisi dan mitos-mitos orang tua dahulu. Karena saya ini terasuk orang yang lebih senang fakta daripada mitos. Tak jarang sifat saya yang seperti ini malah menjadikan saya buah bibir orang-orang disekitar saya. Bahkan mertua saya pun menyerah hihihi menantunya bandel dibilangin enggak boleh ini itu tapi enggak didengerin. Maafkan daku ya Mama mertua.

9/16/17

Lindungilah Diri Sendiri dan Keluarga dengan Asuransi Jiwa

Saat ini bertambahnya tahun maka bertambah naik pula harga-harga, tapi gaji enggak bertambah. Galaunya orang berumah tangga ya satu ini masalah keuangan. Sudah mencoba irit namun kenyataannya tetap saja dompet bocor. Yang paling bikin pusing itu saat sakit atau anak-anak sakit dan enggak megang uang banyak, rasanya pusing.

9/9/17

Serba-Serbi Arisan

Siapa yang suka ikutan arisan? Saya? Ah saya mah jarang ikutan yang namanya arisan, kalau pengen saja baru ikutan. Ingat sewaktu masih kecil paling seneng sama yang namanya arisan. Bukan karena saya ikutan arisan, tapi saya ikut Mama pergi arisan dan ditempat arisan saya bisa bermain sama teman-teman dan pastinya bisa makan enak. Kegiatan ikut si Mama arisan hanya sampai SD saja sih, selanjutnya malu akh ikutan ibu-ibu arisan.

Eh iya, sewaktu SD kalau enggak salah saya juga pernah arisan bareng teman-teman, bukan arisan dengan uang besar hanya arisan uang receh saja. Ya namanya juga anak-anak mana pernah megang uang gedean kalau bukan lebaran. Jadi waktu itu hanya untuk seru-seruan aja.

Ngomong-ngomong arisan itu apa sih? Kayaknya enggak perlu dijelasin udah pada tau donk apa itu arisan. Biasanya yang namanya arisan itu, ada beberapa orang yang mengikuti, kemudian orang itu akan membayarkan sejumlah uang sebesar ketentuan setiap bulannya, dan setiap bulannya akan dikocok untuk mendapatkan nama yang akan mendapatkan uang yang sudah dikumpulkan. Terkadang ada juga yang dari awal dimulai arisan sudah dikocok, jadi dari awal sudah ditentukan setiap bulannya siapa saja yang dapat. 


Arisan Bukan Hanya untuk Emak-Emak
Kalau dulu arisan identik dengan ibu-ibu, sekarang bapak-bapak juga banyak yang ikut arisan. Seperti contohnya, suami saya yang rajin ikut arisan ditempat kerjanya. Kalau kata dia sih lumayan lah buat tabungan, daripada dipakai jajan terus. Namun kenyataannya arisan ikut, eh jajan juga masih terus lanjut hmmmm. Anak sekolahan juga sekarang banyak yang mengadakan arisan, kecil-kecil sudah pada pintar ya mengatur keuangan.

Arisan ajang Kumpul-Kumpul
Arisan juga bisa menjadi ajang silaturahmi dengan keluarga, tetangga dan teman-teman. Ada juga yang menjadikan arisan menjadi ajang pamer, hayu siapa nih yang suka pamer kalau sedang arisan? Ya namanya juga ibu-ibu, baru beli emas 24 karat plus berlian kinclong bawaannya pengen semua pada tau kalau dia punya hahaha. Eits saya enggak termasuk ya, dah saya mah apa atuh cuma remahan rengginang apa atuh yang mau dipamerkan selain pamer perkembangan anak.

Arisan Tidak Selalu Dapat Uang
Nah di zaman yang kekinian ini arisan bukan cuma untuk mendapatkan uang aja loh, tapi yang didapat berupa barang ataupun makanan. Seperti sekarang lagi ramai di online shop arisan buku anak atau arisan gendongan bayi atau arisan lain-lainnya. Ini menjadi trik marketing para penjual, karena dengan arisan orang jadi tidak merasa berat membelinya. Jadi seperti kredit barang, cuma bedanya setiap bulannya sudah ditentukan siapa saja yang berhak mendapatkannya. 

Arisan Tidak Hanya Pakai Uang
Kalau tadi saya menulis arisan tidak selalu mendapatkan uang, nah ada juga loh arisan tidak pakai uang sepeser pun. Terus bayarnya pakai apa toh kalau tidak pakai uang? Yups, ini mah arisan link yang diadakan KEB, jadi kita mah hanya memberi backlink dan yang kita dapat ya backlink. Ini lumayan banget untuk menambah kualitas blog. Tapi saya sendiri absen sih enggak ikutan.


Biasanya orang-orang yang ikut arisan selalu enggak mau namanya keluar dikocokan pertama, karena bulan berikutnya bete juga cuma ngebayaran aja. Dapat yang paling terakhir juga bete, bikin baper setiap bulannya. Yang enak mah dapatnya ditengah-tengah, kalau dapat diawal atau diakhir ya sudah nasib deh.

Saya sendiri saat ini hanya mengikuti satu arisan saja, arisan sama mamah-mamah kober tempat sekolah si Babang. Banyak sih tetangga sama keluarga ngajakin tapi saya senyumin saja deh hehehe entahlah belum tertarik lagipula masih ada cicilan yang harus dilunasi, kalau ikut banyak arisan nanti kreditan enggak lunas-lunas donk.

Siapa nih yang ikutan arisan lebih dari satu?



CatatanRia.com