8/6/18

Senangnya Anak Bermain di dalam Rumah

Memiliki anak kecil dirumah, permasalahan yang paling sering dihadapin biasanya rumah berantakan mainan anak dimana-mana. Begitupun dirumah saya eh rumah mertua sih, setiap hari diubin, dikasur, dimana-mana bergeletakan mainan anak-anak mulai dari mainan kecil sampai besar.


Pusing enggak lihatnya?

Duh kalau ditanya seperti itu, pasti jawabannya “IYA” apalagi suka ada yang ngedumel juga melihatnya bikin emak tambah sakit kepala dengernya. Berbanding terbalik dengan anak-anak, justru itu menjadi kesenangan bagi mereka. Saya mengalah deh nahan sakit kepala, yang penting anak-anak senang bermain.

Suami pernah marah ke Babang karena mainannya berserakan dilantai. Dengan cepat donk saya maju hehe, “Bi, kalau enggak mau berantakan mainan ya jangan belikan mainan lagi donk”. Hahaha dasar emak ya paling enggak rela kalau anaknya dimarahin siapapun termasuk suami sendiri. Saya sih termasuk ibu yang memberi kebebasan anak-anak bermain dirumah. Bebas main apa saja asalkan bukan mainan berbahaya. Nanti setelah bermain ya tinggal ajarkan anak untuk membereskannya kembali.

Babang Iyas ini termasuk anak yang sulit untuk diajarkan, sejak kecil saya mengajarkan setelah bermain ya dibereskan kembali. Sampai sekarang dia masih harus disuruh baru dibereskan, jadi bukan inisiatifnya sendiri. Tapi saya sih percaya setiap anak memang berbeda cara menangkap, suatu saat Babang pasti bisa berinisiatif sendiri membereskan mainannya.

Ngomongin soal beberes mainan, mau curcol sedikit ah ada pengalaman yang kurang menyenangkan. Jadi satu hari ada temen Babang yang main kerumah, dan mengeluarkan semua maianan dalam box. Dan selalu pulang tanpa membereskannya, ya sudah lahhh nasib saya itu sih hehehe yang penting mereka senang. Eh tapi, dulu Babang pernah main kerumahnya dan Ibunya marah-marah gara-gara mainan. Emang sih marahnya bukan ke Babang, tapi koq saya dengarnya jadi merasa enggak enak apa saya yang baperan. Masalah mainan memang bisa bikin ibu-ibu jadi sensi ya.

Tips Merapikan Mainan Anak
 
Nah, untuk permasalahan mainan saya ada tipsnya nih, tips ala ala saya aja sih. Jadi saya memisahkan mainan yang sering dimainkan, jarang dimainkan dan mainan yang terlarang. Maksud dari mainan terlarang itu mainan yang harganya lumayan jadi dimainin hanya dalam pengawasa ortu, sayang euy kalau sampai rusak. Untuk mainan terlarang saya menyimpannya didalam lemari, dan berpesan sama Babang “Mainan ini hanya boleh dimainkan harus sama Abi atau Umi”.

Mainan yang jarang dimainkan saya masukan ke dalam box dan disimpan dalam kamar, biasanya jarang dibuka kalau teman-temannya Babang datang. Hanya sesekali dimainkan Babang dan Adek. Kalau mainan yang sering dimainin saya taruh juga dalam box yang lebih kecil, dan biasanya selalu saya keluarkan kalau ada teman-temannya Babang Iyas main kerumah.

Jadi yang paling sering dibereskan ya box yang berisi mainan yang sering dimainkan saja, yang lainnya aman.


Box mainan saya juga ada cerita yang kurang menyenangkan juga nih. Jadi waktu itu ada teman-teman Babang main kerumah, saya enggak mengawasi sepenuhnya karena waktu saya terbagi jagain Adek Iyan dan jagain warung. Awalnya semua berjalan aman terkendali sampai mereka pulang semua aman, eh besoknya saya shock banget mencium aroma tidak enak dari box mainan Babang. Ternyata ada yang buang air kecil didalam box Babang Iyas, dan saya tidak tahu siapa. Babang ditanya jawabannya berubah-ubah. Akhirnya saya cuci semua mainan yang ada dalam box besar, dan itu lelah sekali huhuhu. Makanya sejak saat itu saya mulai memisahkan mainan. Kan kalau mainan yang sering dimainkan enggak terlalu banyak, jadi kalau terjadi lagi kejadian ini saya tidak terlalu lelah mencucinya.

Apa sih alasan utama saya membebaskan anak memainkan mainan dirumah?

Alasan saya simpel aja sih, hanya karena ingin anak-anak jadi lebih betah dirumah daripada bermain diluar. Emang sih beberapa tahun lagi Babang Iyas sudah tidak bisa ditahan lagi untuk selalu dirumah, pasti dia akan main keluar bersama teman-temannya. Saya sih berharap dengan Babang nyaman main dirumah, kelak dia enggak akan terlalu lama main diluar dan cepat pulang atau lebih senang mengajak temannya bermain dirumah. Semoga harapan kecil saya ini terkabul, Aamiin.

Kalian pernah juga kah mempunyai pengalaman kurang menyenangkan masalah mainan anak-anak?




CatatanRia.com

3 comments:

  1. Babang punya banyak mainan niih.. box nya banyak, heheheh
    emang ya Mbak, Mamak2 tuh paling gak bisa lihat kalau anaknya kena marah walau sama Si Bapak sendiri. saya jg gitu, marah sama PakSu klo dia ngomilin Faraz :p

    ReplyDelete
  2. ih samaa mba, saya juga dah anak kalo di rumah mah bebasss :D

    ReplyDelete
  3. Kalau anak-anak apa aja bisa jadi mainan ya, tapi sebagai orang tua memang harus selalu diawasi :)

    ReplyDelete

Maaf ya sekarang kotak komentarnya aku moderasi
Gak ada maksud apa-apa koq ^^
Cuma waspada aja dengan Spam :D
Silahkan komen anything ^_____^V