2/8/16

Kasir Salah Hitung Pembeli Jadi Untung

Hari rabu yang lalu saya berbelanja di mini market dekat rumah saya. Bukan belanja banyak sih, hanya belanja tepung cakra dan tepung maizena yang kebetulan habis dirumah. Saya ingin masak tempura patin, kalau masak makanan yang ditepungin saya sukanya pakai tepung cakra dan dicampur dengan tepung maizena sedikit rasanya pas untuk lidah saya. Jadi dibela-belain deh ke mini market sebelum masak, untung saja mini marketnya dekat dengan rumah hanya berjarak 5 rumah dari rumah saya. 


Setelah mengambil barang yang diperlukan saya pun langsung ke kasir untuk membayarnya, tidak butuh waktu yang lama memilih barangnya karena saya hanya mengambil yang saya perlukan enggak lihat-lihat yang lain lagi. Soalnya saya harus segera nidurin iyas, masak dan buka warung lagi. Setelah membayar total belanja, sayapun langsung pulang kerumah tanpa melihat struk belanja lagi.

Saat saya sedang masak, saya baru tersadar kalau tadi dikasir saya hanya membayar tepung cakra saja sedangkan tepung maizenanya tidak dibayar. Saya buka belanjaan saya dan tepung maizenanya ada tadinya saya pikir si kasir lupa tidak memasukkan tepung maizena ke plastik belanjaan saya ternyata si kasir yang tidak teliti sehingga tepung maizena tidak ikut dihitung. Karena pada saat itu saya masih repot dan iyas juga masih tidur, jadi saya tidak lekas balik lagi ke mini market tersebut.

Siangnya saya pergi belanja keperluan warung, saya pun membawa struk belanja dan tepung maizena yang saya beli sebelumnya ke mini market. Saya terangkan kalau tadi sepertinya kasir lupa memasukkan tepung maizena ke total belanjaan saya. Si kasir langsung berterima kasih ke saya "Oh iya ibu, terima kasih ya sampai balik lagi kesini." Saya pun hanya menjawab "iya a rasanya enggak enak kalau makan makanan yang belum saya bayar". Setelah melakukan pembayaran si tepung maizena saya pun lanjut berbelanja keperluan warung.

Ini bukan pertama kalinya terjadi sama saya. Beberapa kali saat saya berbelanja keperluang warung di grosir, orang grosirnya suka salah menuliskan harga misal seharusnya 9000 tetapi ditulis 8000. Biasanya kalau kejadian begitu, besoknya saya konfirmasi ke orang grosir kalau kemarin ia salah menulis harga. 

Kenapa saya melakukannya? Padahal kan itu menjadi keuntungan untuk saya. Bukan karena saya ingin disebut pahlawan kesiangan atau bukan juga karena ingin disebut orang yang sok jujur. Saya seorang pedagang dan tentunya sebagai seorang pedagang saya pun tidak ingin itu terjadi pada saya, maka saya tidak mau menikmati keuntungan diatas penderitaan orang lain. Lagipula takutnya nanti apa yang saya makan tidak jadi daging karena tidak berkah. Teringat kata ibu saya, kalau makan jangan makan makanan yang hutang karena nanti enggak akan jadi daging. Entahlah sepertinya itu hanya mitos atau perumpaan ibu saya saja hihihi.

Pernah saya salah memberikan kembalian ke customer diwarung, uang kembalian yang saya berikan kebanyakan. Customer saya langsung memberikan uang kelebihannya pada saya "teh ini kelebihan uang kembaliannya". Alhamdulillah mungkin ini balasan dari Allah :)



CatatanRia.com

2 comments:

  1. wah kalo aku gak pernah kepikiran nge-cek bon gitu, teliti banget sih hehee

    ReplyDelete
  2. Ngga ada koq mba orang yg sok jujur hehe, bener itu mah yg mba ria lakuin. Alhamdulillah dikasih hati yang jujur :) :hug: coba sini patinnya mauuuu hihii

    ReplyDelete

Maaf ya sekarang kotak komentarnya aku moderasi
Gak ada maksud apa-apa koq ^^
Cuma waspada aja dengan Spam :D
Silahkan komen anything ^_____^V