4/13/12

Melayat dengan Hati Ikhlas


Suatu pagi di sebuah perumahan ada seorang tetangga yang baru meninggal dunia. Terlibat percakapan singkat seorang bapak dengan anaknya didalam rumah tentu saja bukan dirumah tetangga yang meninggal tersebut. Percakapan yang menarik saat kudengar.
Anak : "Ayah nanti jam sepuluh antarkan aku kerumah teman ya."
Ayah : "Jangan jam sepuluh nak, Ayah mau melayat bagaimana kalau siang saja setelah acara pemakaman?"
Anak : "Hmm baiklah. Tapi bukankah Ayah sudah datang melayat tadi seusai shalat subuh?"
Ayah : "Iya tapi tadi disana hanya ada sanak keluarga saja. Para tetangga belum datang, kalau Ayah tidak datang lagi kesana nanti takut disangka tetangga Ayah tidak datang melayat."
Anak : "Ohh..."

Hmmm itulah percakapan yang tidak sengaja saya dengar. Saya heran sebenarnya si Bapak itu melayat karena benar-benar turut berduka cita atau karena takut menjadi bahan omongan negatif tetangga jika tidak datang melayat?

Dilain tempat ada seorang ibu yang sibuk ngedumel dan curhat ke beberapa orang, dia kesal karena menantunya disuruh datang melayat tidak mau datang. Saya tersenyum saja mendengarnya kenapa Ibu itu harus ngedumel, kesal dan bercerita ke orang-orang tentang menantunya itu? Bukankan itu membicarakan kejelekan orang dibelakang, lalu apa bedanya dia dengan menantunya?

Mungkin sang menantu merasa malu tidak terlalu kenal tapi saya yakin walau dia tidak datang melayat dia pasti melantunkan doa untuk Almarhumah. Tadi malam saat pengajian malam ketujuh si menantu datang koq ikut berdoa. Jadi pasti ada alasan kenapa dia waktu itu tidak datang.

Bukankan melayat itu dengan hati yang iklash karena memang panggilan hati yang turut berduka cita dan untuk memberi dukungan moril pada keluarga yang ditinggalkan. Lalu kenapa harus peduli pada omongan tetangga? Kenapa harus takut di cap negatif sama tetangga?

Kalau memang kita orang yang baik sepertinya tidak harus selalu menunjukkannya dihadapan orang banyak karena saya rasa orang-orang sudah cerdas dapat melihat mana orang yang baik dan tidak baik.



Best Regards,
Corat - Coret [Ria Nugroho]
Follow me on Twitter @rianugros

28 comments:

  1. Untuk Una, Mba Fanny, Dihas, Rio dan satu orang lagi aku lupa tadi :((
    Maaf sangat maaf tadi komen kalian terhapus
    Aku marked all dan mau klik publish tapi malah salah klik jadi delete
    Maaf seribu maaf yaaaa :'(
    Gak bisa di undo yg didelete ya :'(

    ReplyDelete
  2. memang melayat harus ikhlas , biar dapat pahala ya mbak

    ReplyDelete
  3. yahhh... cape banget tadi nulis komen gue. perasaan banyak kata yg gue tulis tadi. huhuhuu!
    memang terlalu protek banget sih mbak Ria

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhuhu maaf yaaa bung penho :((
      oh tadi yg satu lagi bung penho ya yang nulis
      maaf ya kemarin salah pencet mau publish malah ke klik delete :(

      Delete
  4. huah... semoga hati tetep bersih ya.. entah itu dalam kegiatan apapun.. termasuk melayat.. :)

    ReplyDelete
  5. Bener, klo emank bisa dateng dan tau ada yang aku kenal meninggal biarpun gak kenal deket pasti aku usahain untuk dateng :) lagian klo cuma dateng biar keliatan sama tetangga mah ngapain mesti dateng... mending gak usah dateng tapi ikut melantunkan doa... dan klo bisa ikut dateng di tujuh hariannya :)

    ReplyDelete
  6. hmmm, begitulah hidup ini, sedikit yg memahami apa itu iklas
    Selalu berbuat karena takut pada penilayan yg lain

    ReplyDelete
  7. betul bnget , melayat kan harusnya ikhlas ya.... hmmm.

    ReplyDelete
  8. iya mbak betul kadang ada yang melayat karena berharap kelak jika kita mengalami supaya dilayat juga, bukan karena kewajiban kita yang merupakan hak orang lain, salah satunya jika meninggal menguburkannya.

    ReplyDelete
  9. jangan karena belum di lihat mbak ria terus melayat lagi ya..

    ReplyDelete
  10. yups mesti dg hati yang tulus ikhlas

    ReplyDelete
  11. Setuju banget, kecoak

    Tumben nih kecoak bikin postingan yang serius :D

    ReplyDelete
  12. saya jarang takziyah atau melayat, walau sebenarnya ingin. rasanya itu baik, disamping mengingatkan akan mati juga bisa belajar banyak bagaimana mengurus orang mati.

    ReplyDelete
  13. Saya malah pernah gak ngelayat. Antara takut dan bingung kalo ada banyak orang.

    ReplyDelete
  14. suatu bentuk ke ikhlasan bisa dilihat dari tingkah laku yang dewasa & mapan secara pikiran bukan dari pertunjukan pamer

    ReplyDelete
  15. emmmmmmm
    no comment deh kalo ada orang semacam itu di sekitar saya

    ReplyDelete
  16. Yg miris lagi saat di tempat takziah..orang2 banyak yg bergosip gak jelas...

    ReplyDelete
  17. berbuat kebaikan karena Allah jangan krn ingin dilihat orang lain ya seharusnya

    ReplyDelete
  18. saya setuju, kalau kita memang iklas, ngapain berharap dan memperlihatkan. toh biar alloh yang menilai, iya ga?

    ReplyDelete
  19. Ikhlas.. ya itu memang agak sulit.. Selalu saja datang yang namanya riya, ujub.., dan kawan-kawannya.. Bermaksud lain selain karena Allah. Tapi kita harus berusaha..
    Melayat juga bukan karena takut dikira nggak datang, .. Melayat kan juga mengingatkan kita kalau kita nanti juga kayak begitu

    ReplyDelete
  20. keikhlasan dalam hati adalah sebuah kunci hidup kita, dan semua yg akan kita lakukan di dunia ini, dan tak perlu memilih kenal atau tak kenal, berusahalah untuk tetap ikhlas n lillahi ta'ala...

    ReplyDelete
  21. ikhlas..adalah satu dari beribu-ribu kata yang sangat diteladani....

    jagalah keikhlasanmu itu....

    ReplyDelete
  22. bener2 miris baca postingannya, tapi kalo melihat diri sendiri, apa kita juga udah bisa ikhlas dalam segala tindakan?
    apa udah bisa ngebuang rasa riya sebelum melakukan sesuatu?
    hehe, saya rasa susah, soalnya udah fitrah manusia memiliki nafsu. Saya juga gitu.
    Semoga aja kita dijaga dari rasa riya dan ujub.

    ReplyDelete
  23. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses

    ReplyDelete
  24. makasih banyak atas semua info nya ,,,,,,,,,,

    ReplyDelete

Maaf ya sekarang kotak komentarnya aku moderasi
Gak ada maksud apa-apa koq ^^
Cuma waspada aja dengan Spam :D
Silahkan komen anything ^_____^V