6/13/17

Kenikmatan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Menjadi seorang istri adalah hal yang membahagiakan. Lalu mejadi Ibu dari anak-anak yang lucu pun juga sangat membahagiakan. Dulu orang mah bercita-cita pengen jadi dokter, pilot, polisi dan lain-lain. Lalu saya mah kalau ditanya mau jadi apa? Dengan tegas saya jawab "jadi Ibu rumah tangga". Menjelang lulus kuliah juga ditanya, mau apa setelah lulus? Mau kawin, hahaha.

Entahlah saya mah enggak pernah ada keinginan untuk mejadi seorang pekerja, saya hanya sekali saja bekerja di kantor. Itupun karena saya bekerja dikantor, saya jadi mengenal suami saya. Kemudian saya resign, lalu nikah punya anak deh. Mungkin Allah mengabulkan cita-cita dan keinginan saya dengan caraNya, bekerja dikantor dulu untuk membuat orang tua bahagia kemudian dipertemukan dengan jodoh dan Alhamdulillah tercapai cita-cita saya menjadi ibu rumah tangga.

Setelah menjadi Ibu rumah tangga, ternyata tak seindah bayangan saya dulu. Menjadi Ibu rumah tangga enggak ada lagi tuh dikejar deadline kerjaan, lembur kerja dan dimarahin boss. Namun menjadi Ibu rumah tangga tetap saja dikejar-kejar sama anak, lembur setiap hari ngerjain kerjaan rumah atau ngasuh anak kalau lagi susah tidur, dan tetep dimarahin suami atau anak. Nah enggak ada bedanya kan.

Lalu hal apa sih yang paling membuat saya bahagia? Tentu ada banyak yang bisa membuat saya bahagia. Salah satunya adalah bisa melihat anak-anak tidur siang pules barengan. Sungguh itu adalah pemandangan terindah dan sangat langka. Si Babang Iyas itu susah banget tidur siang sekarang, dan Adek Iyan juga maunya tidur digendongan kalau ditaruh nangis. Kadang sih mau tidur dikasur tapi enggak lama karena digangguin sama Babangnya yang jejeritan dirumah. Pasrah lah saya mah.

Kalau anak-anak sudah tidur siang bareng, saat itu saya pun dihadapkan beberapa pilihan, yaitu :
  1. Ikut tidur sama anak-anak, sungguh nikmat bisa merasakan tidur siang.
  2. Mengerjakan pekerjaan rumah yang menumpuk karena ditunda-tunda.
  3. Me Time seperti blogging, browsing, makan indomie.
Belum juga memilih pilihan yang terlitas dalam pikiran, sudah terdengar tangisan dari kamar. Pyarr... buyar sudah angan-angan saya kembali mengasuh gendong Adek Iyan yang nangis sambil digelendotin Babang Iyas yang enggak kalah kenceng nangisnya. Kalau sudah begini, aslina abi oge hayang ceurik euy. 

Eits walaupun pekerjaan Ibu rumah tangga melelahkan fisik dan pikiran sampai terbesit keinginan bikin kloningan saking teu kuatna ngerjain sendiri, tapi nikmat sungguh nikmat dan membahagiakan koq kalau menjalaninya dengan ikhlas dan sabar. Melihat anak-anak tidur, terlihat damai sekali wajah mereka saat itulah rasa lelah dan kesal saya hilang dan berubah rasa bahagia dan bersyukur dengan semua yang saya jalani.

Untuk semua Ibu, baik itu Ibu rumah tangga ataupun Ibu pekerja, walau kita bukanlah Nia Ramadhani tetap semangat ya. Kalian enggak sendirian koq, kita para Ibu pun merasakan yang kalian rasakan.

Postingan curhat emak-emak yang lagi kelelahan ini untuk setoran #1minggu1cerita.





CatatanRia.com

4 comments:

  1. Tetap semangat mbak Ria. Tapi jangan mention mantan saya dong. Si nia :D

    ReplyDelete
  2. ada kenikmatan berbeda ketika saya masih kerja kantoran dan menjadi ibu rumah tangga.

    ReplyDelete
  3. Wahh baca ini jadi ingat aku belum regitrasi ulang dan setoran haha. Btw enak amat me timenya mbak blogging, browsing dan indomie. Emak2 ya dikasih me time sama HP aja sudah cukup sebenarnya wkwkwk

    ReplyDelete
  4. Hallo...salam kenal. Ga masalah ibu rumahtangga juga, yg penting happy & anak2 menghargai. Me time nya sama dong, gadgetan...

    ReplyDelete

Maaf ya sekarang kotak komentarnya aku moderasi
Gak ada maksud apa-apa koq ^^
Cuma waspada aja dengan Spam :D
Silahkan komen anything ^_____^V