2/14/18

Siapa Bilang Blogger (Maunya) Gratisan?

Sudah memasuki pertengahan februari saja ini, dan saya masih belum produktif menulis blog. Padahal sudah lama saya menjadi blogger. Saya mulai menulis blog tahun 2009 dan sampai sekarang saya menulis blog hanya tergantung mood saja. Hehehe masih jauh dari professional ya, iya lah prestasi dari blog saja belum punya. Tapi menulis blog untuk saya bukan karena mencari prestasi, bukan mencari ketenaran dan bukan mencari recehan saja. Menulis blog untuk saya adalah kesenangan tersendiri yang sulit saya gambarkan.



Sampai saat ini saya masih nyaman sekali menjadi blogger, nilai plus untuk saya bisa mengumpulkan recehan dari menulis. Iya sih masih sekedar recehan belum sampai yang angka 0 nya banyak, segitu juga Alhamdulillah. Selain mendapat recehan, saya juga mendapat beberapa produk gratisan yang lumayan banget untuk saya dan keluarga. Ngomongin gratisan, jadi teringat sama tulisan opini dari Mak Dita tentang Blogger Gratisan di web emak-emak blogger.

Entahlah membacanya koq saya jadi gemas ya dan merasa tersinggung ya, jika dibilang blogger maunya gratisan.  Bukan hanya blogger koq yang suka gratisan tapi semua orang juga saya yakin sangat suka dengan gratisan. Tapi berbeda hal dengan blogger, gratisan yang didapat saya sebagai blogger tentu tidak murni gratis karena ada feedback yang saya berikan.

Feedback, seperti  apa feedbacknya? Ya seperti menulis reviewnya diblog atau mereview di sosial media milik saya.

Yang perlu diingat!!! Menulis itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, walau terlihat remeh namun tidak mudah terlebih untuk emak-emak seperti saya ini. Waktu menulis saya hanya bisa dikerjakan malam hari, sehingga saya harus mengorbankan waktu tidur saya yang berharga untuk menulis review. Dalam menulis review pun saya tentu harus memotret produk yang diberi gratis untuk saya, untuk memotret yang pas dan bagus itu sulit terlebih kadang cuaca tidak mendukung dan anak-anak ikutan riweuh.

Masih mau bilang blogger maunya gratis???


Kasus blogger gratisan yang ditulis Mak Dita, tentang si Elle Darby dan hotel mewah gratisan. Awal cerita Elle selebgram yang terkenal itu mengirimkan email kerja sama ke hotel mewah tersebut. Dia meminta akomodasi gratis selama 5 hari di hotel tersebut, tentunya dengan feedback review gratis di semua social media yang dimiliki. Eh, Paul Stenson menanggapi email Elle ini diluar ekspetasi si selebgram, dia beranggapan Elle seorang selebgram yang maunya gratis. Hmm…

Setuju dengan Mak Dita, alangkah bijaknya jika Paul tidak perlu sampai memviralkan masalah sepele ini. Kalau tidak suka atau keberatan dengan email penawaran dari Elle cukup acuhkan emailnya atau balas dengan menolaknya halus. Tidak perlu gembor-gembor influencer maunya gratisan, hiks tersinggung saya pak walau masih sepi job tapi sakitnya tuh disini.

Sama seperti Elle, saya pun pernah beberapa kali mengirimkan email penawaran kerja sama. Dan tidak semua email saya berbalas, mungkin memang saya belum memenuhi kriteria. Gitu aja simple kan. Paul?

Melihat jumlah subscriber Elle di Youtube mencapai 87 ribu dan followers instagramnya pun mencapai 76 ribu. Bagi saya fakir follower, itu angka yang fantastis banget deh. Wajar saja kalau Elle berani menawarkan keja sama ke hotel tersebut. Jika Elle mereview hotel tersebut di akun social media dia, maka bisa dibayangkan puluhan ribu followersnya melihatnya dan bahkan mungkin bisa lebih dari jumlah followers yang dia miliki melihat reviewnya. Tak jarang loh banyak silent reader, tidak suka klik follow tetapi suka kepoin.

Apalagi yang ditawarkan Elle review secara gratis, hanya dibayar dengan akomodasi gratis selama 5 hari. Tentu kan hotel mewah tersebut akan mendapatkan keuntungan dari review yang dibuat Elle nantinya.

Mungkin Paul hanya ingin eksis? Yah, itulah yang terpintas dalam pikiran saya.

Menurut saya sih, jika kita enggak mau dianggap blogger gratisan. Maka setiap menulis review harus totalitas, tidak melihat berapa nilai barang gratisannya. Karena dengan totalitas pembaca dan pihak yang memberi gratisan tentu akan memberi bintang 5 untuk kita. Dan tidak dianggap blogger yang maunya gratisan atau blogger matre.

Saya sih ada receh atau enggak ada receh, selalu menulis dengan hati. Jika masih terlihat belum totalitas tulisan saya, itu bukan karena belum totalitas tapi kemampuan menulis saya yang belum tingkat tinggi hehehe. 


Artikel ini merupakan post respon dari post #KEBBloggingCollab kelompok Maudy Ayunda, tentang Blogger Gratisan yang ditulis Mak Dita.




CatatanRia.com

24 comments:

  1. aduh dodoe kupun sedih klo disebut bloher demen gratisan mba hahaha dikata nulis itu cuman bilang "eh produk ni oke banget loh cobain dah" tapi kita mesti mikirin gimana ya tulisannya mengalir dan bener2 menggambarkan kalau produk atau tempatnya itu emang oke punya.

    meski jobku juga masih terhitung jari tapi kalau ada yang kasih ya sebisa mungkin maksimal hehehe

    ReplyDelete
  2. Betul nih, kata siapa gratisan, kan tukeran sama review :D

    ReplyDelete
  3. Setuju, saya suka merasa gimana gitu ya kalau dibilang blogger itu maunya gratisan. Di pikiran saya tuh kalau gratis, kita hanya meminta tapi gak memberikan imbal balik. Kalau blogger kan memberikan imbal balik berupa review. Semacam mengirim proposal kerjasama gitu, kan.

    Ya perkara kualitas blog kita mungkin di rasa masih kurang bisa didiskusikan. Kalau memang harus menolak ya silakan. Tapi jangan sampai heboh seperti itu :)

    ReplyDelete
  4. Wah iya nih, jadi dianggap suka gratisan.
    Kalau menurut saya sih, mbak Elle posisinya serba salah, karna dalam pandangan banyak orang akomodasi 5 hr itu terlalu lama.
    Tapi menawarkan kerja sama juga ngga salah juga, udah jadi hal biasa malah.

    ReplyDelete
  5. kan butuh waktu tenaga dan jari2 menulis hehe nggak gratisan yaa mbaaa
    Aku juga masih mood, kadang ambil, kadang nggak :))

    ReplyDelete
  6. Aku pun suka tersinggung Mak klo ada yang ngmg gt. Sakit hati Banget

    ReplyDelete
  7. Gak ada yg gratis ada waktu dan pikiran yang diluangkan...plus teriakan anak mimik susu yg terabaikan...wkwkwk

    ReplyDelete
  8. Bener ya nggak gratis. Tapi meskipun gitu tetap dinikmati ya, Teh.
    Semoga sehat selalu, Teh. Biar terus bisa berbagi lewat tulisan..

    ReplyDelete
  9. Berarti MR. Paul itu gak ngerti kalau blogger adalah pekerjaan yang menghasilkan jasa. Jadi gratisan dimananya ya? Jadi ikutan greget deh walaupun saya masih blogger receh 😝

    ReplyDelete
  10. Yayy hidup blogger!
    Kita bayar koook, tapi pake jasa hehehe

    Kebetulan aku nyimak tuh soal kasus Elle itu
    Menurutku kedua belah pihak punya kesalahan sih
    Elle harusnya nggak main jemput bola tembak lurus begitu, harusnya dia nyari tau dulu sih, hotel ybs udah pernah buka lowongan kerjasama sejenis atau belum ya sebelumnya? Kalau belum, mestinya dia harusnya nanya dulu, nggak langsung ngajuin deal begitu deh.

    tapi ya si Paul itu yang salah banget. Nggak sopan, nggak bermoral, nggak beretika.

    Kasian banget sama Elle, tapi bagus juga sih dia jadi viral. Followersnya makin banyaaaaaak dan dukungan dari berbagai pihak berdatangan. Makin banyak rezekinya wkwk.

    Lasian juga sama hotelnya Paul, karena imej nya jadi jelek wkwkwk

    ReplyDelete
  11. Kalaupun iya gratisan kan tetap aja di pilih dulu sama brand atau CP. Kadang gak setiap blogger juga dapat kesempatan itu ya...

    ReplyDelete
  12. menurut aku pribadi P juga salah krn ngeviralin
    E nya juga berlebihan krn belum apa2 dah minta 5 hari akomodasi
    itu gak murah, apalagi hotel mewah. anggep lah satu harinya 700,000. 5 hari dah 3,5 juta. belom kalo 1 hari 1juta. hmmmm
    saya gk tau awalnya gmn cm baca di blog mbak ria ini aja
    cuma kirim penawaran sih boleh aja. tapi kudunya kita sadar diri untuk nggak matokin harga ketinggian. ya taruhlah akomodasi 1-2 malam itu baru wajar. kalau toh nanti dia malah nawarin lebih ya alhamdulillah.
    sekian menurutkuhh

    ReplyDelete
  13. Aku pernah diDM sewaktu aku jalan - jalan, dia sangka aku jalan2 gratisan wkwkwk, duh siapa bilang ya blogger sukanya gratisan

    ReplyDelete
  14. Aku ter-mention hehehe, jadi terharu..makasih ya mbak Ria :)
    Iya salah ada di 2 pihak sih sebenernya mbak, cuma gemash juga sama pihak hotelnya zzz.

    ReplyDelete
  15. Iya saya juga merasa sedih kalau dianggap blogger sukanya gratisan, padahal kan kita juga barter dengan tulisan yang bisa dibaca banyak orang, dan tentunya bisa menguntungkan buat klien.

    ReplyDelete
  16. mungkin ada hal yang bikin jengkel pemilik hotel. Pas muncul penawaran dari yang lain, ya kena semprot dan sekalian viral deh. apes aja itu mbaknya

    ReplyDelete
  17. lagian.. 5 hari gratisan itu keterlaluan bgt. room hotel kan okupansinya mulai padat tiap weekend (jumat - minggu)

    ReplyDelete
  18. blogger tak semudah membalikkan tangan, bener banget. Semangat ngeblog yaa mb Ria...

    ReplyDelete
  19. Ya penulis blogger tidak gratis sering beli paket internet untuk buka website.

    ReplyDelete
  20. Saya banyak beli paket untuk menulis blog karena mau mempublikasi dan share ke media.

    ReplyDelete
  21. Gak setujuh ahh kalo blogger dibilang maunya gratisan. Kita kan menulis pake mikir juga, ya keahlian kita mesti dihargai juga. Kecuai kalo kita yang datang ujug-ujug minta, sementara yang kita berikan gak sesuai ya! :)

    ReplyDelete
  22. Cap orang tentang blogger gratisan, emang iya ko, banyak sekitaran kita juga yang kaya kasus di atas.
    Balik lagi kepemahaman kita menilainya, buatku jadi bahan renungan aja, sebaik-baiknya tidak menawarkan diri kalo prinsipku, lebih enak dicari dan ditawarin eeaa

    ReplyDelete
  23. Ada baiknya kedua belah pihak saling berdamai ya, biar sama2 dapat rezeki kebaikan. Hotel jadi makin populer dan si blogger pun menikmati hasil reviewnya. Menulis kan ga mudah. Mungkin caranya aja yang diperbaiki agar kejasamanya ada saling menghargai :)

    ReplyDelete
  24. Setuju mbak,, kesannya kalo blogger itu dapetnya gratis karena bayarnya nggak pake rupiah, tapi kita bayarnya pake ide dan sudut pandang yang kemudian ditulis dan diungkapkan secara visual. Untuk orang-orang yang sekedar lihat aja dan nggak menjalani mungkin rasanya mudah banget dan menyenangkan, tapi kalo mereka nyobain pasti ngerasain sendiri susahnya mengungkapkan ide. Hahahaha

    ReplyDelete

Maaf ya sekarang kotak komentarnya aku moderasi
Gak ada maksud apa-apa koq ^^
Cuma waspada aja dengan Spam :D
Silahkan komen anything ^_____^V