4/9/17

Melahirkan Normal Menggunakan BPJS

Kangen sekali lama enggak menulis cerita diblog. Saat ini saya masih disibukkan mengurus orok, pasca melahirkan akhir maret lalu saya memang masih kesulitan membagi waktu. Tapi  mulai sekarang akan diusahakan kembali aktif corat-coret di blog lagi. Mohon maaf yang sudah blogwalking belum sempat saya kunjungin balik.



Akhir maret yang kemarin Alhamdulillah saya melahirkan anak ketiga secara normal, yeay Abang Iyas sekarang sudah punya teman dirumah. Sebelum melahirkan saya sempat dilanda galau gundah gulana *halah*. Di usia kandungan 36 weeks saya konsultasi dengan bidan puskesmas dekat rumah tentang tempat melahirkan yang bisa menggunakan BPJS. Ternyata rumah sakit yang menjadi incaran saya untuk melahirkan terpaksa harus saya coret, karena kata Bu Bidan rumah sakit tidak menerima pasien BPJS yang melahirkan normal kecuali kehamilan yang bermasalah. 

Ada dua opsi yang ditawarkan sama Bu Bidan, opsi pertama melahirkan di puskesmas 24 jam kalau disana menerima pasien BPJS dan biaya semua dicover oleh BPJS. Lalu opsi yang kedua adalah di klinik/bidan yang berkerja sama dengan BPJS namun biaya yang dicover BPJS hanya sekitar 50% saja sisanya bayar sendiri.

Yang menjadi kegalauan saya saat itu adalah lokasi dari puskesmas 24 jam lumayan jauh dari rumah saya, jadi enggak bisa bolak-balik kerumah jika ada dokumen atau barang yang ketinggalan. Lalu jika saya memilih klinik, saya masih harus mengeluarkan uang menurut saya sayang aja kemarin saya sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk mengaktifkan kembali BPJS saya. Masa tidak saya manfaatkan lagipulan setiap bulannya nanti saya juga membayar iurannya.

Setelah berembuk dengan suami akhirnya kami memutuskan untuk melahirkan di puskesmas 24 jam, dan puskesmas yang kami pilih adalah puskesmas ibrahim ajie yang ada di Kiara Condong Bandung. Saya pun menyiapkan barang perlengkapan bayi yang banyak dan perlengkapan ibu bersalin, soalnya pengalaman waktu melahirkan Iyas disana sama sekali tidak menyediakan perlengkapan bayi bahkan perlengkapan mandi seperti sabun pun harus dari pasien sendiri. Jadi enggak heran kalau tas yang saya bawa udah kayak mau mudik seminggu.

Dokumen yang harus disiapkan bila akan melahirkan normal menggunakan BPJS di Puskesmas Ibrahim Ajie, adalah :
  1. Fotocopy KTP suami dan istri 10 lembar
  2. Fotocopy Kartu Keluarga 10 lembar
  3. Fotocopy Buku Nikah (dari halaman 1 sampai akhir) 10 lembar
  4. Fotocopy BPJS Pasien 10 lembar
  5. Fotocopy Bukti Pembayaran BPJS terakhir 10 lembar
  6. Buku KIA
  7. Map plastik (pakai kancing) untuk menaruh dokumen
Saya masuk ke puskesmas untuk bersalin sekitar pukul 7 malam sampai disana, dan Alhamdulillah pukul 9 malam anak ketiga kami lahir dengan selamat, sehat dan cowok lagi. Saya pribadi suka dengan pelayanan dari Puskesmas Ibrahim Ajie karena disana saya tidak dibedakan dengan pasien umum. 


Pelayanan di Puskesmas
Mungkin bagi sebagian orang gengsi kali ya melahirkan koq di puskesmas, tapi menurut saya lebih enak melahirkan dipuskesmas. Enaknya itu pasiennya tidak terlalu banyak sehingga pasien terkontrol dengan baik. Saya saat melahirkan hanya sendirian saja tidak ada pasien lain jadi bener-bener terkontrol saya saat itu. Sekitar tengah malam baru ada pasien lain yang masuk. Saat masih mules setiap setengah jam sekali saya diperiksa.

Ruangan di Puskesmas
Memang sih ruangan bersalin dan nifasnya tidak sebagus di rumah sakit, semua serba sederhana tapi tetap nyaman koq. Malah enak disana saya dan keluarga merasa leluasa, karena disana mah bebas-bebas aja enggak banyak aturan seperti di rumah sakit.

Makanan di Puskesmas
 
Untuk makanannya saya juga suka, walau menu yang dikasih menu sederhana namun tetap menu 4 bintang dan yang terpenting ada rasanya gurih. Berbeda dengan di rumah sakit, pengalaman saya dulu dikasih makanan yang hambar donk dan alhasil enggak pernah saya habiskan, saya lebih memilih beli makanan diluar.

Puskesmas Ibrahim Ajie Pro ASI
Salah satu alasan kuat saya memilih untuk melahirkan di Puskesmas Ibrahim Ajie adalah disana sangatlah pro ASI, jadi saya enggak perlu kwatir anak saya aman tidak akan ada yang kasih susu formula disana. Disana menerapkan IMD jadi saat bayi baru lahir langsung ditaruh diatas dada ibunya selama satu jam, Alhamdulillah IMD saya berhasil. Anak saya berhasil menemukan sendiri putingnya ya walaupun belum keluar ASInya saat itu, namun beberapa jam kemudian ASI saya pun keluar. Jika mengalami kesulitan dalam pemberian ASI sama suster disana pun akan diberi solusinya, diajarkan cara memberikan ASI.

Saat akan pulang dari puskesmas Alhamdulillah saya sama sekali tidak membayar, semua dicover sama BPJS. Kalian yang berencana untuk melahirkan normal dengan BPJS tidak perlu ragu nanti akan ribet, karena saya pribadi tidak mengalami keribetan sama sekali dan proses melahirkan pun tidak dipersulit sama sekali. Melahirkan di puskesmas atau rumah sakit sama saja koq.



CatatanRia.com

2 comments:

  1. Aku melahirkan dua anakku nggak pernah di RS hehe... Yang pertama di rumah bidan sedang yang ke dua di puskesmas. Sama-sama enak sih karena yang ditangani saat itu memang cuman aku aja, hehe. Jadi berasa dapet penanganan khusus.

    ReplyDelete
  2. Selamat ya Mbak Ria, Alhamdulillah cowok lagi. Umi cantik sendiri doong ini, dijagain para jagoan. Banyak bener ya Mbak dokumen yg harus disiapkan, sampe copy 10rangkap gitu 😀

    ReplyDelete

Maaf ya sekarang kotak komentarnya aku moderasi
Gak ada maksud apa-apa koq ^^
Cuma waspada aja dengan Spam :D
Silahkan komen anything ^_____^V